Kamis, 04 Februari 2016

Lirik lagu



Tanjung Emas Ninggal Janji – Didi Kempot

Bebasan kaya ngenteni
Udaning mangsa ketiga
Snajan mung sedelok ora dadi ngapa
Penting bisa ngademke ati

Semana uga rasane atiku
Mung tansah nunggu tekamu
Ra krasa setaun kowe ninggal aku
Kangan . . kangene atiku

Aku sih kelingan naliko ing pelabuhan
Kowe janji lungo ra ana sewulan
Nanging saiki wes luwih ing janji
Nyatane kowe ora bali-bali

Ning pelabuhan tanjung mas kene
Mbiyen aku ngeterke kowe
Ning pelabuhan semarang kene
Aku tansah ngenteni kowe

Jumat, 25 Desember 2015

menangis



Menangis
Aku tidak menyangka akan meneteskan air mata untuk hari ini. Memang telah ada pertanda sebelumnya, tapi aku tak tahu saat itu.
Ada rasa tak terlalu berniat untuk berangkat yang niat kemarin adalah membuat isi untuk mading. Entah karena ketidakhadiran sahabatku atau entah apalah. Rasanya malas. Aku berangkat 2 jam lebih siang dari perjanjian awal. Walau begitu, aku tetap melangkah.
Ada suatu situasi yang di luar dugaan. Usai mengerjakan sholat, laptopku low battery dan listrik mati. Aku memilih menutup laptop dan menulis sesuatu. Menulis artkel. Tapi rasanya tak begitu ada inspirasi. Aku memilih pindah posisi menuju kelas. Ada seorang kawan. Aku tak peduli dan kami memang tak saling peduli. Aku kembali melanjutkan menulis. Satu topik, salah. Topik kedua, salah. Akhirnya aku menulis isi hatiku yang sedang tak menentu.
       “Menanti dan menghitung detik menuju menit, menuju jam. Itu lebih baik daripada menanti tanah berubah menjadi air atau menanti ada seekor kucing berbicara. Tak tahu sampai kapan, dengan kata lain “menanti sesuatu yang tak pasti.
       Bahkan yang lebih parah lagi, ketika kita tidak tahu apa yang kita tunggu. Tapi ada rasa gelisah yang sering menyelimuti meminta untuk segera tenang. Jangankan memikirkan solusi yang harus dilakukan, dia sendiri tak tahu apa yang membuatnya gelisah.
       Aku mengambil langkah untuk memejamkan mata. Terlihat wajah yang orang-orang yang kusayangi yang pernah dan masih ada di dalam hati. Ayah dan ibuku. Hari ini ulang tahun ibuku. Tapi, aku tak bisa memberi apa-apa padanya. Sejauh ini aku belum bisa membanggakan dan membahagiakannya. Aku malu.
       Akhirnya aku tahu apa yang membuatku kadang merasa gelisah tanpa alasan. Aku harus berjanji untuk menjadi oran gsukses dan berbakti pada orang tuaku. Minimal saat ini yang bisa kulakukan adalah tidak membuatnya sedih, menuruti apa sarrannya dan dapat berprestasi. Tidak membuatnya malu.
                Aku tidak boleh hanya bisa menangis, meratap dan mengutuki diri.”

02;30 PM   Sabtu, 5 Desember 2015

Dan memang saat itu aku menangis dan aku tak peduli pada sekitar, walau ada orang. Toh aku duluan yang masuk. Aku berhenti saat seorang kawanku datang dan meledek. Aku kembali seperti semula, tapi dengan tagihanku menangis nanti di rumah.

Banjarnegara, 5 Desember 2015

Rabu, 16 Desember 2015

Coba Renungkan untuk Apa Kamu Ada di Sini

Aku berada di sini, di tempat yang jauh dari orang-orang yang sibuk dalam tugas mereka, candaan mereka bersama teman-teman atau proyek-proyek yang sedang mereka diskusikan.
Aku menyepi berfokus di ruangan sendiri, walau suara mereka kadang menodai konsentrasiku. sebenarnya bukan sepenuhnya berfokus hanya saja aku sedang ingin sendiri dan mencari apa yang kuinginkan. Yaitu motivasi dan kebebasan menulis isi hatiku.
Yah, semua orang pasti punya keinginan dan cita-cita. Begitu juga aku. Seonggok manusia dari latar berdebu dan usang yang sebenarnya punya ambisi. Karena memang benar, menurut zodiakku yang tak lain adalah capricorn termasuk dalam manusia-manusia yang penuh ambisi. namun aku punya masalah dengan pengaplikasiannya. Kadang aku sudah benar-benar berambisi hingga membayangkan bagaimana jika aku benar-benar mendapatkan sesuatu itu, aku tak dapat menggapainya. Seperti saat itu, saat aku akan memulai proyek baru dan memang belum pernah kulakukan sebelumnya. Aku sudah membayangkan bagaimana nantinya aku akan mendapat pengalaman dan pelajaran. tapi semua seolah mengubah niatku. Alasannya jelas dan masuk akal memang. Mungkin aku harus mengerti dan memilih jalan lain.
sekarang yang harus kulakukan adalah melakukan apa yang ku bisa. Membuat sedikit janji-janji pada diri sendiri dan harus tercapai. Melakukan sesuatu yang bena-benar bermanfaat dan tak hanya semangat sesaat.
Aku coba merenungkan untuk apa aku di sini. Untuk apa aku di sini ?
Aku yang dulu bukan siapa-siapa, hanya seorang yang usang dalam debu. Namaku pun tak mereka kenal. Keberadaanku pun tak mereka akui. Aku menyadari bahwa aku menjadi seorang. Tak harus muluk-muluk. Seorang yang setidaknya bisa membuat orang taku tersenyum dan bermanfaat bagi banyak orang.

Jumat, 27 November 2015

hari yang tak diduga

Aku kembali menjalani kisah seperti biasa. Kisah yang sama saat pertama menjejakkan kaki di tempat ini. Kisah dimulinya status baru.
Aku kembali menjadi diriku yang tanpa berpikir akan salah melangkah saat....
Catatan hari ini segera berakhir. sebenarnya aku masih ingin bercerita banyak. tapi, mungkin baterai yang tersisa hanya tinggal 7%. Aku akan sambung lagi besok. Selamat menikmati hari. :)

Aku yakin akan apa yang harus kulakukan, yaitu fokus pada apa yang kuinginkan. Aku tak mau memikirkan hal-hal yang tak perlu. satu hal yang perlu aku ingat adalah berjanji untuk tetap konsisten pada niatku.
Lantunan "Jatuh Hati" serasa tak cocok untuk hal ini. Cinta memang memakai perasaan, tapi harus ada logika untuk menjalaninya.

Banjarnegara, 30 November 2015